Namun, karier mantan bek dan juga kapten Manchester United itu pendek sebagai juru taktik utama. Empat bulan setelah ditunjuk, Neville dipecat dari kursi pelatih Valencia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya berterima kasih kepada Valencia, penggemar, staf, dan para pemain,” tukas Neville menyikapi pemecatan dirinya seperti dikutip dari Mirror, Rabu (20/3).
Kini, Valencia akan dilatih mantan asisten Rafa Benitez, Pako Ayestaran, hingga akhir musim. Sementara itu saudara Neville yang semula menjadi asistennya, Neville, tetap berada dalam tim kepelatihan Valencia.
Pemecatan Neville dari Valencia, sebetulnya mulai diprediksi ketika ia tak kunjung mampu memberikan kemenangan di Liga, hingga Februari silam. Apalagi ditambah tersingkirnya Valencia dari Liga Champions, kemudian Liga Europa, dan Piala Raja.
Maka, tak mengejutkan apabila klub yang dimiliki Peter Lim itu memecatnya. Namun, yang mengejutkan, membutuhkan waktu lama bagi Valencia untuk memecatnya padahal para pendukung Los Che sudah memintanya sejak lama.
Terakhir, saat dikalahkan Celta Vigo sebelum jeda internasional, pendukung Valencia mengejek Neville dengan kata-kata keledai.
Namun, publik sepak bola Inggris membela Neville setelah ia dipecat. Mereka pun berharap sosok yang menjadi bagian dari tim kepelatihan timnas Inggris itu bisa bangkit kembali seperti yang diungkap mantan penyerang Inggris Gary Lineker.
“Selalu terlihat susah pada pekerjaan pertama. Tentu dia akan kembali dan berdiri lagi,” tukas Lineker.
Sementara itu winger Wales yang memperkuat Real Madrid, Gareth Bale, menilai Neville seharusnya diberi kesempatan lagi di Mestalla.
“Gary Neville akan menunjukkan betapa dia memahami sepak bola dengan baik… Ini memalukan bahwa dia telah dipecat,” tukas Bale.
Sementara itu, sesama rekannya dari Kelas 1992 Manchester United, Robbie Savage mengaku bangga dan salut dengan keberanian Neville menerima pekerjaan di luar negeri untuk tugas pertamanya.
“Saya kira Neville cukup berani untuk mengambil pekerjaan di luar untuk pedoman pertama dirinya….Dan dia juga berani meninggalkan zona nyamannya di studio televisi,” tukas Savage.
(kid)