Salah satunya adalah dengan tidak menjual tiket ketika hari pertandingan, Minggu (3/4).
"Aspek keamanan yang penting adalah kendali (distribusi) tiket. Seperti yang kita ketahui, tidak ada penjualan tiket di hari-H, adanya langsung melalui klub-klub yang bersangkutan. Intinya, kami mengatasi jumlah suporter ini ini via klub," kata Direktur Kompetisi dan Operasional PT GTS, Ratu Tisha Destria, kepada CNNIndonesia.com , Kamis malam (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima setengah bulan lalu, Persib Bandung juga bertanding di Stadion GBK dan saat itu kurang lebih 60 ribu bobotoh --sebutan bagi pendukung Persib-- datang ke Jakarta dengan menggunakan bus yang dikawal polisi bersenjata.
Hal ini adalah langkah antisipasi keamanan mengingat Jakarta adalah markas Persija yang dikenal sebagai rival Persib.
GBK Simbol Supremasi
Berbeda dengan gelaran Piala Presiden yang memisahkan partai perebutan juara ketiga dengan laga final, Piala Bhayangkara menggelar kedua pertandingan di tempat dan hari yang sama.
Tisha menyatakan tidak ada rintangan keamanan yang mengharuskan pertandingan perebutan peringkat ketiga digelar di tempat yang berbeda. Selain itu, PT GTS juga tidak ingin memecah konsentrasi karena tidak ada jeda waktu banyak.
"Kemudian setelah saya hitung-hitung, sangat efisien untuk koordinasi kerja. Pertimbangan lainnya adalah karena GBK merupakan simbol supremasi," katanya.
Tisha juga menegaskan tidak ada jatah tiket khusus untuk polisi mengingat acara ini diusung oleh Kepolisian Republik Indonesia.
"Tiket itu adalah tiket penonton, tidak ada tiket untuk institusi. Tidak ada segmentasi," katanya.
(vws)