Akhir pekan ini, tim yang dibela Rio Haryanto tersebut akan berburu poin pertama di Formula 1 musim 2016. Di balapan pertama di GP Australia, mereka tidak mendapatkan satu poin pun setelah Rio tak menyelesaikan balapan karena driveline rusak dan Pascal Wehrlein finis di posisi 16.
Menurut Ryan, Manor harus mempertimbangkan cuaca gurun di Sirkuit Internasional Bahrain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hujan hanya sedikit mempengaruhi, karena akan cepat menguap, tapi angin akan menjadi pengganggu bagi para pebalap."
Selain itu GP Bahrain juga sering terpengaruh angin gurun yang tak bisa diprediksi. Misalnya balapan musim lalu, ketika terjadi badai di awal pekan balapan yang menyebabkan paddock tertutupi butiran pasi
Ryan juga menegaskan bahwa kondisi trek bisa sangat berbeda-beda, baik ketika sesi latihan sore maupun saat kualifikasi dan balapan.
"Jadi ada banyak yang harus dipertimbangkan para mekanik dan pebalap untuk mengambil keputusan strategi yang tepat," ucapnya menegaskan.
Rio Haryanto sendiri menyambut balapan itu dengan antusias.
"Balapan malam pertama akan sangat spesial. Secara umum, saya pikir akhir pekan di sini akan lebih lancar dan saya sudah mendapatkan sejumlah pengalaman di sejumlah area. Yang terpenting, saya tidak sabar melihat bendera finis," ucap Rio.
Pebalap 23 tahun itu sendiri akrab dengan Sirkuit Bahrain karena juga digunakan di balapan GP2, ajang yang diikuti Rio selama empat musim.
Tahun lalu, Rio juga naik podium pertama GP Bahrain ketika mengikuti Sprint Race. (vws)