Kini, jelang seri kedua yang akan berlangsung di Bahrain, Imam berharap Tim Manor Racing dapat menyiapkan settingan terbaik untuk mobil Pebalap Indonesia Rio Haryanto. Ia pun berharap masalah teknis yang sebelumnya membuat Rio gagal di Australia tidak terulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pebalap asal Solo, Jawa Tengah itu, tidak bisa melanjutkan balapan di Formula 1 (F1) Australia Grand Prix, yang berlangsung di sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, Minggu (20/3), karena ada masalah pada sistem "driveline" mesin mobilnya.
Sebelumnya, kebocoran oli juga selalu menjadi masalah mobil MRT05 yang menjadi "tunggangan" Rio pada sesi latihan pra musim di Sirkuit Barcelona, Spanyol.
Imam pun berharap para teknisi Tim Manor pun memberikan catatan khusus atas kondisi tersebut.
Oleh karena itu, Imam berharap penampilan Rio di GP Bahrain tidak diwarnai dengan kesalahan operasional mesin kendaraannya lagi. Imam pun mengaku ingin melihat mantan pebalap GP2 itu dapat unjuk gigi dan membuat kejutan dalam ajang balap jet darat paling bergengsi di dunia ini.
Apalagi, pebalap F1 pertama Indonesia ini pernah menjadi juara di sirkuit Bahrain, saat berlaga di GP2 2015, sehingga ia dinilai telah "mengenal" lintasan balap tersebut.
"Motivasi besar dan modal juara GP2 tahun lalu di Bahrain menambah optimisme terhadap Rio, sekarang Tim Manor yang harus menunjukkan kelasnya sebagai tim papan bawah yang sudah naik kelas karena disebut-sebut telah merekrut tenaga-tenaga teknis yang handal dan memiliki spek mobil yang lebih baik dari tahun lalu," kata pria yang akrab disapa Cak Imam ini.
(antara/kid)