Terakhir, saat final Piala Presiden pada Oktober tahun lalu, ketika Persib menghadapi Sriwijaya ada lebih dari seribu orang beratribut Persija yang ditangkap. Mereka ditangkap karena melakukan kerusuhan dan keonaran di berbagai tempat, termasuk di simpang rel kereta api antara komplek DPR RI dan Pasar Palmerah, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada tujuh poin yang disiarkan dalam pernyataan resmi The Jakmania tersebut. Adapun pernyataan itu ditujukan kepada pengurus, koordinator wilayah, anggota, dan simpatisan The Jakmania menjelang final Piala Bhayangkara.
Adapun tujuh poin itu adalah sebagai berikut:
1. PP The Jakmania melarang keras seluruh anggota/simpatisan Organisasi The Jakmania untuk datang di SUGBK pada final Piala Bhayangkara
2. PP menginstruksikan pada seluruh anggota agar tidak melakukan postingan yang bersifat provokasi, rasis, sara serta hal-hal negatif lain
3. PP menghimbau anggota The Jakmania yang masih status sebagai pelajar untuk konsentrasi pada persiapan ujian nasional
4. Apabila ditemukan pelanggaran terhadap pernyataan organisasi, akan menjadi tanggung jawab sendiri dan tidak mengatasnamakan The Jakmania
5. Tunjukan pada masyarakat sepak bola dan umum bahwa The Jakmania adalah tuan rumah yang baik, dewasa serta sportif
6. Seluruh anggota dan jajaran pengurus diharapkan focus pada Trofeo Persija, serta juga focus pada Persija Jakarta dalam menghadapi ISC
7. Demi kelancaran Persija dalam waktu mendatang, maka kita wajib untuk membuat segala sesuatunya menjadi aman, nyaman dan tentram.
(kid)