Walaupun Persib kalah 0-2 dari Arema dalam laga final Piala Bhayangkara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Martin menerimanya dengan lapang dada.
Karyawan swasta asal Jakarta tersebut mengaku menikmati pertandingan malam ini (3/4), dan salut dengan permainan Singo Edan yang menurutnya bagus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berpasangan dengan kekasih yang bukan pendukung Pangeran Biru, Martin sempat merasa khawatir dan akhirnya memilih datang ke SUGBK dengan baju bebas.
Pertandingan antara Maung Bandung dan Singo Edan sempat terhenti lantaran beberapa bobotoh melempar botol minuman plastik ke dalam lapangan. Hal itu mereka lakukan lantaran tak terima dengan keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada bek Persib, Rudolf Yanto Basna.
Martin berpendapat tidak seharusnya bobotoh bersikap demikian. "Sikap bobotoh yang melempari botol itu kurang dewasa."
"Semoga Aremania makin kompak dan damai dengan bobotoh. Bobotoh juga harus lebih solid dan dewasa mendatang. Percuma bawa spanduk perdamaian tapi bernyanyi rasis," tutur Martin berharap
Latifa sendiri mengamini sebagian besar harapan Martin. Soal permainan Persib, Latifa punya pendapatnya sendiri.
"Persib permainannya kurang baik, serangan Arema banyak yang gagal dibendung oleh mereka," ujar wanita yang mendukung Arema sejak turnamen Piala Presiden silam. (ptr)