Di tikungan ke-12 putaran terakhir, Iannone berusaha untuk menyalip rekan setimnya tersebut dari bagian dalam. Namun ia justru menyenggol Dovizioso dan keduanya terjatuh ke luar lintasan.
"Bencana" tersebut kemudian menjadi hadiah bagi Valentino Rossi yang terus menguntit keduanya dalam perburuan mendapatkan satu tempat di podium. Rossi pun pada akhirnya mengakhiri balapan di tempat kedua dengan nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iannone menjelaskan bahwa insiden tersebut tidak disebabkan dirinya terlambat mengerem.
Iannone sangat menyesal dengan insiden tersebut terutama karena sepanjang pekan ini ia selalu tampil cepat, baik di lintasan kering maupun basah.
"Saya punya potensi yang sangat bagus. Yang pasti ini adalah sebuah bencana, tapi seperti inilah adanya."
Direktur Balapan Ducati Corse, Paolo Ciabatti, juga heran dan menyesalkan kejadian seperti ini.
"Menyalip secara ekstrem di tikungan terakhir hanya bagus jika Anda coba untuk memenangi balapan terakhir. Saya kira tak seharusnya ini terjadi di balapan kedua, ketika Anda berada di posisi kedua atau ketiga. Hanya itu penyesalan yang kami punyai," kata Ciabatti.
Kecelakaan tersebut membuat Iannone terkena penalti harus turun tiga grid ketika start di balapan berikutnya di Austin. Iannone juga terkena penalti satu poin di klasemen balapan.
Saat ini Iannone belum mengoleksi satu poin pun karena di GP Qatar juga ia terjatuh di putaran-putaran awal. (vws)