Proses kepindahan Hamka ke Arema sempat terkendala penolakan dari Milo. Meski memiliki pamor salah satu bek terbaik Tanah Air, namun mantan pemain Pusamania itu dicap pemain bengal yang kerap memengaruhi keputusan pelatih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Hamka pun masuk dalam daftar hitam pemain yang tidak disukai Milo. Namun, Milo akhirnya menerima Hamka masuk dalam skuat Singo Edan.
"Sekarang saya buktikan bahwa Hamka memang yang terbaik dan belum habis," kata Milo selepas pertandingan final Piala Bhayangkara melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/4). Singo Edan keluar sebagai juara setelah menaklukkan Persib, 2-0.
Tak butuh waktu lama bagi Hamka untuk beradaptasi dengan pemain lainnya di Arema. Duetnya bersama Goran Gancev menjadi yang terbaik di sepanjang turnamen hajatan Polri tersebut. Gawang Kurnia Meiga pun hanya kebobolan satu gol.
Meski sempat diragukan banyak pihak, Hamka menegaskan dirinya belum habis meski telah menginjak usia 32 tahun.
"Seluruh klub menilai Hamka sudah berusia tapi saya rasa umur bukan kendala. Maka saya bilang Hamka Hamzah belum habis." (jun)