Namun, lebih dari itu, pelatih asal Serbia itu mengakui bahwa timnya butuh sosok pemimpin dalam tim. Peran tersebut yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Firman Utina yang kini merapat ke Sriwijaya FC.
"Kami tetap butuh satu lagi pemain yang punya leadership (kepemimpinan) yang bagus, sama seperti Firman (Utina) sebelumnya, atau Jupe (Ahmad Jufriyanto) dan Supardi," terang Dejan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehilangan Firman, Jupe dan Supardi, menurut Dejan, para pemain seperti kekurangan kepercayaan diri ketika tampil di lapangan. Tak pelak, kondisi itu membuat skenario strategi di lapangan tidak berjalan mulus.
"Kami harus terus mengontrol permainan dan pasti akan ada posisi bagus."
Sementara itu, Dejan tetap bersyukur satu pemain macam Robertino bisa menambal kekosongan Persib, terutama di posisi play-maker.
"Posisi Robertino sangat penting karena tidak ada pemain yang seperti dia, murni sebagai play-maker.
Sebelumnya, Dejan berupaya mencoba melakukan tambal sulam dengan pemain yang dimilikinya di posisi pengatur serangan. "Kami sempat coba Atep di posisi itu (play-maker), kami juga coba Rahmad (Hidayat). Rahmad cukup bagus. Terakhir kami coba Kim (Jeffrey)," ungkapnya.
"Semua kami coba, tapi mungkin mereka memang lebih cocok sebagai gelandang atau winger."
Usai tampil di turnamen Piala Bhayangkara, Persib langsung fokus mempersiapkan tim untuk berlaga di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. (bac)