"Pasti diizinkan, karena kami ada kesepakatan prinsip. Kami diminta untuk menyukseskan final Piala Bhayangkara. Kemudian imbalnya kami akan diberikan izin untuk menyelenggarakan ajang Trofeo Persija," kata Ferry kepada para awak media di Stadion Bea Cukai Rawamangun, Selasa (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Ferry pun menerangkan kehadiran turnamen mini yang diikuti tiga tim peserta itu dapat menjadi hiburan warga ibu kota, khususnya Jakmania yang sudah rindu menyaksikan tim kebanggaannya berlaga di GBK.
Persija sejatinya punya kesempatan tampil di GBK jika berhasil tanpil di partai puncak tiga turnamen yang digelar untuk mengisi kekosongan kompetisi. Sayang, klub berlambang monas di dada itu selalu kandas di Piala Presiden, Piala Jenderal Soedirman, dan terakhir Piala Bhayangkara.
Pencapaian tertinggi Persija hanya mampu menembus fase grup Piala Jenderal Soedirman. Selebihnya gagal di fase awal.
Pelatih Paulo Camargo ingin menebus sederet kegagalan dengan meraih titel di Trofeo Persija. Namun, Ismed Sofyan dkk harus berjuang lebih keras menghadapi Bali United PSM Makassar yang sudah melakoni persiapan panjang.
"Di Trofeo, kami harus menang. Kami ingatkan itu kepada semua pemain. Saya tahu kemampuan Persija," ucapnya. (jun)