Menurut anggota delegasi AFC, Mariano Araneta Jr, negara-negara terhukum seperti Indonesia dan Kuwait, bakal terpuruk pembangunan sepak bolanya jika seluruh bantuan dari FIFA juga dihentikan.
Salah satu yang kini sedang diperjuangkan AFC adalah agar bantuan dana untuk pembinaan sepak bola usia muda dan program akar rumput lainnya tetap mengalir. Rabu (6/4) ini delegasi AFC yang khusus menangani anggota asosiasi yang mengalami masalah juga segera menggelar pertemuan untuk upaya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada gilirannya, mereka juga kehilangan banyak karyawan dan pembatalan proyek penting."
Delegasi AFC ini juga akan meminta penegasan soal sejauh mana persoalan yang dianggap serius terkait intervensi pemerintah. Pasalnya, hukuman berat ini menurut Araneta, juga justru menghambat pembangunan sepak bola di asosiasi negara anggota AFC.
Indonesia resmi dijatuhi sanksi pembekuan pada akhir Mei 2015 dan tak boleh tampil di kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019.
Sedangkan Kuwait dihukum pada Oktober 2015. Meski sudah melalui enam kali laga, timnas Kuwait kehilangan hak untuk tampil di kualifikasi Piala Dunia 2018 pada putaran selanjutnya.
Kuwait juga tak boleh tampil di kualifikasi Piala Asia 2019 putaran ketiga pada 12 April nanti. "Kami harus bisa menjamin bahwa pembangunan sepak bola asosiasi anggota terhukum ini tak ikut runtuh," ucap Areneta.
"Kami juga harus menempuh segala cara yang memungkinkan untuk menghindari intervensi dari pihak ketiga di asosiasi anggota kami." (bac)