Namun, impiannya untuk meraih podium pertama kali sejak 2008 bagi tim Suzuki itu kandas. Vinales terjatuh di tiga lap terakhir menuju garis finis.
Vinales tergelincir di tikungan basah dan tak mampu mengendalikan motornya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu faktor yang menyebabkannya tergelincir, menurutnya, karena masalah ban yang kurang bagus. "Tapi, kami melakukan hal yang bagus. Berada dalam enam besar bagi saya adalah sangat sempurna," tutur Vinales.
"Saya memacu motor melampau batas di setiap tikungannya," ucap pebalap peringkat ke-12 musim lalu itu.
"Saya sudah melakukan yang terbaik dan saya sangat puas telah mengeluarkan seluruh potensi saya karena pada 19 lintasan (sebelumnya) sangat mustahil."
Menatap GP Austin, Amerika Serikat, Minggu (10/4) nanti, pebalap Suzuki itu pun yakin bisa mengulangi kerja kerasnya berada di urutan depan. "Saya rasa di Qatar (GP Pertama) itu karena masalah ban dan di sini (Austin) kami membuat langkah bagus," beber Vinales.
"Yang membuat saya senang di Argentina adalah bahwa kami tak melakukan tes dan kami punya cukup strategi di sana."
Vinales juga berpikir sangat positif di GP Austin nanti. "Saya rasa Austin merupakan lintasan yang bagus bagi saya. Dengan gaya balap saya, itu akan sangat cocok," terangnya.
"Kami harus tetap tenang dan terus bekerja keras seperti ini."
Vinales merupakan salah satu bidikan utama Yamaha menyusul isu kepindahan Jorge Lorenzo dari tim itu ke Ducati. (bac)