"Yang saya ingat pasti saat ayah saya dulu main bola," ucap Habibie, tampak terharu.
Habibie bercerita bahwa ayahnya dulu memang sangat menggandrungi sepak bola. "Kalau sudah urusan bola, aduh ampun deh. Luar biasa semangatnya," tutur pria yang ceritanya diabadikan dalam novel dan film layar lebar, Habibie dan Ainun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Habibie pun menyukai olahraga hanya sebatas hobie. Sedangkan cita-citanya dari kecil tak lain di dunia kedirgantaraan.
"Saya dulu dapat beasiswa ke Jerman. Tapi ibu pesan bahwa tak perlu diambil beasiswanya," tutur Habibie.
"Biar ayah saya yang akan membayar kuliah saya. Dulu, kata ibu, ayah saya pernah berjanji akan membayarkan pendidikan saya sampai benar-benar selesai."
Ia pun berharap cucunya bisa meneruskan impian ayahnya Habibie di sepak bola. Bahkan, kalau bisa menjadi pesepak bola hebat dan bisa mengharumkan nama bangsa.
"Sama seperti di dunia sains, sepak bola butuh berpikir sesuai ukuran dan ketepatan. Saya harap itu juga bisa dilakukan cucu saya," imbuh Habibie. (vws)