Pemain yang telah menjalani karier profesional selama lebih dari 16 tahun ini memang telah mengoleksi belasan titel, termasuk juara Liga Italia, Liga Spanyol, Liga Belanda, dan Liga Perancis, tapi tak pernah sekalipun mengangkat piala Si Kuping Besar.
Di tiga musim terakhir bersama Paris Saint Germain, mimpinya berakhir di perempat final. Sementara ketika membela AC Milan ia hanya memiliki minim peluang untuk melaju hingga ke partai pamungkas, mengingat kualitas skuat Rossoneri yang tertinggal dari klub-klub besar Eropa lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ironisnya, kala itu Barca membuang penyerang yang tempatnya kemudian digantikan oleh Ibrahimovic, Samuel Etoo, ke Inter Milan.
Bersama Nerazzurri, Eto'o memegang peran sentral dalam skema serangan yang dirancang Jose Mourinho.
Selama tiga musim ketika membela Inter Milan, Ibrahimovic juga bisa dikatakan memiliki kendaraan yang bagus untuk berjaya di Eropa.
Di bawah Roberto Mancini, Inter Milan menjadi penguasa Liga Italia setelah Juventus terpuruk karena skandal pengaturan skor. Tapi langkah mereka kerap diganjal oleh klub Liga Inggris dan Spanyol di partai 16 Besar.
Selama bersama Inter Milan, Ibrahimovic juga belum pernah merasakan bermain di partai perempat final.
Dengan usia yang kini telah menginjak 34 tahun, Ibrahimovic tentu sadar dirinya hanya memiliki kesempatan beberapa tahun ke depan untuk menjadi juara di Eropa.
Pemain yang kontraknya dengan PSG habis pada musim panas ini pun berpeluang besar untuk mempunyai klub baru demi mewujudkan keinginan itu -- kemungkinan besar di Liga Inggris.
Jadi, apakah suatu hari nanti Ibrahimovic akan berjodoh dengan Si Kuping Besar?
(vws)