Selama kurang lebih 3 menit, Bryant mengungkapkan perasaannya di tengah lapangan sambil menahan haru dan air mata. Pebasket Amerika berusia 37 tahun yang malam itu mencetak angka terbanyak yakni 60 poin masih tidak percaya sudah membela Lakers selama 20 tahun.
"Man! Saya tidak percaya betapa cepatnya 20 tahun berlalu. Ini gila. Ini sungguh gila, dan berdiri di sini (Staples Center) di hadapan kalian (para pendukung Lakers), rekan-rekan satu tim di belakang saya, kalian adalah bagian dari perjalanan jatuh-bangunnya saya di sini. Saya pikir yang terpenting adalah kita tetap bersama melalui semua ini," kata Bryant seperti dinukil dari ESPN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda tahu hal yang lucu menurut saya adalah selama 20 puluh tahun saya bermain basket semua orang bersorak kepada saya untuk mengoper bola, tapi di malam terakhir saya di sini seakan mereka berteriak 'Jangan oper bolanya!'," canda Bryant sembari tertawa.
Bryant secara resmi mengumumkan pensiun di akhir musim reguler tahun ini lewat surat terbuka yang ia unggah di situs Players Tribune pada 29 November 2015 silam.
Sepanjang kariernya, Bryant disebut sebagai penerus legenda NBA di era 1990an, Michael Jordan. Dia adalah 'Jordan selama dua dekade karier di NBA'.
Ia 18 kali terpilih ke dalam tim NBA All Star, menjadi satu kali MVP NBA, meraih lima cincin juara NBA bersama Lakers, dua kali meraih medali emas Olimpiade, dan merupakan sosok pebasket pekerja keras di dalam maupun di luar lapangan.
"Terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam, saya menyayangi kalian semua. Dan untuk keluargaku, terima kasih untuk segala pengorbanannya. Apa lagi yang saya bisa katakan? Mamba's out," katanya sebelum mencium putri keduanya, Gianna Maria-Onore Bryant dan juga disambut sorak sorai pendukung yang memadati Staples Center.
(kid)