Pada laga leg kedua perempat final Liga Eropa yang berlangsung di Anfield, Liverpool sempat tertinggal 0-2 pada babak pertama. Hal itu membuat Dortmund memiliki keunggulan dua gol tandang karena pada laga leg pertama kedua tim bermain imbang 1-1 di Signal Iduna Park pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat jeda dua babak, ada sebuah atmosfer bagus sejujurnya karena saya merasa senang dengan pertandingan--bukan dengan gol-golnya, tetapi dengan pertandingan secara umum," tukas Klopp usai laga seperti dikutip dari Sky Sports.
Hal yang dibicarakan Klopp adalah partai final Liga Champions tahun 2005 yang berlangsung di Istanbul, Turki. Kala itu Liverpool tertinggal 0-3 dari Milan pada babak pertama. Namun, Steven Gerrard dkk saat itu berhasil menyamakan kedudukan jadi 3-3 pada babak kedua, dan Liverpool memenangkan Liga Champions lewat adu penalti.
"Dan para pemain melakukannya, ini bukanlah tim di Istanbul," kata Klopp menanggapi keberhasilan skuat Liverpool dini hari WIB tadi.
Bagi Klopp mudah bagi dirinya untuk mendapatkan inspirasi dari kesuksesan Istanbul 2005 setiap kali Liverpool tertinggal. Pasalnya, ia juga menonton pertandingan final tersebut walaupun tak secara langsung.
Walau begitu, diakui mantan pelatih Dortmund itu, dirinya sendiri tak begitu merasa Liverpool dapat membalikkan keunggulan setelah tertinggal 0-2. Namun, lanjutnya, ia harus tetap memberi inspirasi kepada Philippe Coutinho dkk.
Akhirnya Coutinho, Divock Origi, Mamadou Sakho, dan Dejan Lovren berhasil membawa Liverpool melangkah ke semifinal dengan gol mereka. Kini, lanjut Klopp, timnya harus fokus menghadapi semifinal dan melupakan kebahagiaan dini hari WIB tadi.
"Ini memberi kami waktu untuk melawan tim yang mungkin lebih kuat di semifinal," kata dia.
Selain Liverpool, tiga tim lain yang lolos ke semifinal adalah Shakhtar Donetsk, Sevilla, dan Villareal. Undian semifinal Liga Eropa akan digelar pada hari ini pukul 11.30 waktu setempat di markas UEFA, di Nyon, Swiss.
(kid)