Namun, tiket menuju partai final di Basel belum berada di tangan, Liverpool justru telah dinanti sejumlah sanksi akibat aksi suporter mereka di pinggir lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai laga itu, Liverpool dihadapkan pada lima ancaman sanksi mulai dari seruan suporter yang berbau ofensif, penggunaan kembang api, melempar barang ke lapangan, gangguan keramaian, dan kick-off yang terlambat.
Pihak The Reds sendiri sebenarnya telah memmberikan seruan pada suporter mereka setelah UEFA memperingatkan Liverpool usai kembang api terlihat di kandang Dortmund, setelah Divock Origi mencetak gol.
Tetapi penggunaan kembang api kembali terulang pada leg kedua, setelah sebuah kembang api terlihat dilembar dari tribun populer Anfield, The Kop.
Namun 'The Reds' setidaknya bisa bernapas lega karena tak akan menerima sanksi di laga semifinal Liga Eropa kala mereka berhadapan dengan Villareal.
Pasalnya Liverpool baru akan berhadapan dengan tujuh tuntutan dari pihak Komite Etik UEFA pada 19 Mei mendatang, satu hari setelah partai final Liga Eropa dilangsungkan di Basel. (ptr)