The Foxes akan menjalani laga lanjutan Liga Primer Inggris menghadapi Swansea City, Minggu (24/4). Menurutnya, Leicester akan menyelesaikan misi dengan baik dan mampu meraih trofi Liga Primer Inggris, seperti yang mereka impikan.
"Vardy adalah salah satu pemain terbaik di liga. Tapi Leo (Leonardo Ulloa) muncul dan mendapatkan poin bagi kami (pada laga terakhir lawan West Ham United). Penalti di menit-menit terakhir merupakan tekanan berat," ucap Simpson.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil imbang dari West Ham pada pekan sebelumnya, Simpson melanjutkan, justru akan mendongkrak motivasi para pemain. "Kami bisa saja pulang dengan kepala tertunduk saat nyaris tertinggal 1-2 dan menerima kenyataan itu. Tapi itu bukan kami," bebernya.
"Secara psikologis, kami membuktikan kepada dunia bahwa betapa kompaknya kami secara tim."
Ia mengatakan, saat ini yang perlu dilakukan adalah sama seperti sejumlah sukses yang diraih musim ini. "Tetap mencoba menangkan pertandingan dan bekerja keras," tuturnya.
"Dan, setiap pertandingannya di lapangan menyisakan sesuatu yang amat penting bagi kami."
Sementara itu, Simpson mencoba memaklumi emosi Vardy sehingga berujung dua kali kartu kuning baginya saat menghadapi West Ham United. "Saya tahu Vardy memang secepat itu dan ia adalah pemain yang jujur," ucapnya.
Vardy sempat protes karena wasit tidak memberikan penalti kepadanya setelah dijatuhkan pemain West Ham. "Saya pikir itu juga penalti, tapi ternyata tidak. Sungguh tak beruntung baginya dan bagi tim," cetus Simpson. (bac)