Isu soal simulasi kembali mencuat setelah The Hammers menahan imbang pemuncak klasemen Liga Primer Inggris, Leicester City, di Stadion King Power, pada akhir pekan lalu.
Bomber andalan Leicester, Jamie Vardy, diusir keluar lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua. Wasit Jonathan Moss menganggapnya melakukan simulasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika pemainmu masuk ke kotak penalti, Anda ingin mereka bisa memberikan assist atau coba menembak," kata Bilic seperti dikutip dari Goal. "Ia tidak boleh memikirkan soal bersenggolan dengan musuh dengan sengaja."
Bilic kemudian menegaskan bahwa ia tak ingin para pemainnya dikenal sebagai pesepak bola yang senang bersimulasi, tapi takkan keberatan jika mereka sesekali mengizinkannya.
Bukan berarti para pemainnya tak pernah dituduh melakukan simulasi. Dimitri Payet, gelandang kreatif yang menjadi salah satu pemain terbaik EPL musim ini, pernah dituduh mencari-cari penalti ketika melawan Manchester United di Piala FA.
Tapi Bilic membela pemain tim nasional Perancis itu dan mengatakan bahwa penalti itu sah.
"Ada benturan, memang benturan yang ringan tapi berasal dari belakang. Di mata saya, jika seorang pemain terjatuh karena benturan --terutama dari belakang-- artinya ia tidak dengan sengaja mencari-cari benturan degnan lawan. Ia tak bisa melihatnya," katanya.
"Dan terkadang ketika Anda merasakan ada sentuhan Anda akan terjatuh, ini berbeda dengan diving, jadi ini bukan diving." (vws)