Pada 2015, Alonso meninggalkan Ferrari setelah menjalani lima musim yang semenjana dan tak merebut gelar juara dunia.
Ia kemudian kembali ke timnya semula, McLaren, bertepatan dengan musim pertama pabrikan asal Inggris itu mengikat kerja sama dengan Honda sebagai penyuplai mesin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan Alonso pindah ke McLaren ini dinilai oleh banyak pihak sebagai suatu konfirmasi reputasi Alonso sebagai pebalap yang berada di tempat yang salah di waktu yang salah.
"Sekarang setiap orang tampaknya bisa meramal saya ketika saya dikontrak tim lainnya, dan bahwa ketika saya pindah tim itu tampaknya akan meningkat," kata Alonso seperti dikutip dari ESPN F1.
"Tapi saya ingin seseorang menjelaskan kepada saya mengapa ketika saya meninggalkan Renault pada 2006 mereka berhenti menang. Ketika saya meninggalkan McLaren, mereka memang memenangi satu gelar juara dunia dengan [Lewis] Hamilton. Tapi hanya itu saja."
"Ketika saya meniggalkan Ferrari, mereka juga tidak menjadi juara dunia. Tahun lalu mereka kalah dan tahun ini mereka memulai lagi dari nol. Jadi tidak ada dasar sama sekali bahwa setiap kali saya pindah, maka tim tersebut akan mulai meningkat," kata pebalap asal Spanyol itu.
Di Formula 1 musim ini, Alonso sendiri belum mendapatkan satu poin pun karena mengalami kecelakaan di GP Australia dan dinyatakan tak cukup sehat di GP Bahrain. Di balapan ketiga di Shanghai, Alonso terlempar dari 10 besar sehingga tak mengoleksi satu poin pun. (vws)