Mahrez memang terbilang pendatang baru dari Perancis yang langsung bersinar sejak tiba di Leicester pada 2014 lalu. Tak ada yang mengira pula kariernya bakal bisa meroket seperti saat ini mengingat ia hijrah dari klub kasta kedua Liga Perancis, Le Havre.
Tampil trengginas bersama Leicester, membuat klub-klub besar di Liga Perancis macam Paris Saint Germain (PSG) dan Marseille mulai kepincut merekrutnya. Namun, Mahrez mengaku sudah betah di Inggris dan tak ada keinginan untuk kembali ke negara kelahirannya, Perancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya tidak menyukai bermain di sana (Perancis). Saya tak ingin kembali ke Perancis."
Itu pula yang membuat PSG dan Marseille kembali berminat mendatangkannya lagi untuk tampil di Ligue 1. "Perancis tak menggoda saya sama sekali, saya suka bermain di Inggris," tutur pemain berdarah Afrika Utara itu.
Meski PSG memiliki ambisi sangat tinggi di Eropa, Mahrez mengaku tak silau dengan bayaran yang siap ditawarkan klub itu. "PSG menjadi klub besar. Mereka memiliki para pemain kuat dan saat ini sedang membangun proyek besar," tutur Mahrez.
Baginya, Marseille juga klub yang disukainya. "Saya suka Marseille sejak kecil. Bahkan saat ini, Paris tidak membuat saya bermimpi," ucapnya.
"Itu kota saya, tapi saya tak melihat diri saya bakal kembali (ke Perancis)," tutur pemain yang dilahirkan di pinggiran kota Paris, Sarcelles. (bac)