Dua pemain impor ini pun langsung dimasukkan dalam 20 pemain yang dibawa ke Papua untuk melakoni laga perdana Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 melawan Persipura Jayapura, Jumat (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Rafael. Mungkin soal kesepakatan kontrak dan gaji," kata Camargo pada sesi latihan terakhir di Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (26/4).
Perekrutan pemain asing Persija musim ini terbilang rumit. Sedikitnya 10 pemain asing sudah menjalani proses seleksi medio Februari-April.
Kasus yang dialami Rafael tidak jauh berbeda dengan Mekan Nasyrov. Manajemen menganulir keputusannya setelah sebelumnya telah menjalin kontrak tertulis terhadap gelandang Turkmenistan itu.
Sementara striker Patrick da Silva yang sudah dua bulan bergabung akhirnya tidak jadi direkrut. Hal yang sama juga terjadi pada Gilbert Fiamenyo yang bergabung sejak awal April.
Camargo mengaku tidak mau mengungkit masalah seleksi pemain asing lebih lanjut. Sebab, tim ibu kota tak punya banyak waktu untuk mematangkan skuat menjelang kick off TSC 2016, tiga hari ke depan.
Pelatih asal Brasil itu pun menilai Boya dan Guerra punya potensi besar jika mampu beradaptasi dengan tim. "Saya baru melihat mereka hari ini. Kualitas Jose dan Boya saya lihat cukup bagus. Tapi, saya masih harus lihat penampilan mereka lebih banyak lagi," ujar Camargo.
Boya dan Guerra melengkapi kuota pemain asing tim ibu kota yang sudah lebih dulu bergabung, yakni William Pacheco (bek sentral) dan Hong Soon-hak (gelandang). (jun)