"(Masalah) Rio Haryanto itu kita ibaratkan di menit-menit terakir ya. Kepastian terhadap nasib kelanjutannya itu akan ditentukan Mei. Jika sampai kurang 7 juta euro ya kemungkinann terburuknya Rio hanya bisa sampai balapan ke-11," ujar Juru Bicara Kemenpora Gatot S Dewa Broto di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang memiliki jabatan sebagai Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora itu mengungkapkan sebetulnya cukup banyak sponsor yang sebetulnya berminat mengucurkan dana untuk Rio.
"Masalah nominal [sponsor]-nya saya tak bisa sebut, biarlah itu jadi kewenangan Bu Indah (Pennywati, ibu sekaligus manajer Rio)."
Perlunya Regulasi Matang
Menyoal masalah rumitnya pemberian bantuan oleh Kemenpora kepada Rio, Gatot sendiri mengaku pihaknya telah melakukan rapat terbatas, Jumat (22/4) lalu. Rapat itu digelar sebagai evaluasi dan pijakan agar hal sama tak terulang di masa depan.
Pasalnya, Gatot mengakui pemberian bantuan kepada setiap atlet atau cabang okahraga acapkali memakan proses berlerut-larut termasuk dalam kasus Rio.
"Jumat lalu kami ratas karena ingin memperbaiki cara memberikan bantuan kepada cabor (cabang olahraga) maupun atlet karena selama ini seakan tak ada gebrakan," ujar Gatot.
"Kita perlu memperbaikinya karena sejumlah masalah tak hanya terbatas pada Rio saja. Tapi semuanya ujungnya hanyalah kembali kepada regulasi."
Gatot menyatakan pihaknya tengah merombak sejumlah regulasi agar pemberian bantuan atlet di masa depan bisa lebih mulus.
(kid/kid)