"Itu betul. Tanpa kartu-kartu [permainan Pokemon] itu, saya tanpa diragukan tak akan pernah menjadi seorang pesepak bola profesional," ujar Tibbling seperti dikutip dari situs resmi FIFA, Selasa (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mulai bermain sepak bola di usia enam tahun di klub kecil yang namanya Grodienge SK, tetapi saya tidak menikmatinya. Saya ingin berhenti setelah sesi latihan pertama," kata Tibbling yang mengantar timnas Swedia U-21 juara Piala Eropa 2015.
Tibbling belajar di akademi Grodinge hingga usia sembilan tahun. Ia kemudian diundang ke pelatihan bersama tim Brommapojkarna, kemudian bersama tim tersebut selama enam tahun.
Pada 2010 kemudian Tibbling diminati tim kakap Swedia, Djurgardens. Selama dua musim di Djurgardens, Tibbling bermain 73 kali dan mencetak tiga gol. Tibbling lalu hijrah ke Belanda setelah FC Groningen merekrut dirinya pada Januari 2015.
"Itu tahun yang spesial bagi saya. Itu dimulai dari Piala Belanda dengan klub saya, dan kemudian Piala Eropa bersama timnas Swedia U21, yang membuka satu tempat di Olimpiade. Lebih sulit untuk melakukan yang lebih baik dari itu," kata Tibbling.
Tibbling pun berharap dirinya bisa dipanggil ke timnas Swedia ke ajang Piala Eropa 2016 di Perancis, serta membawa negaranya meraih medali emas Olimpiade.
(kid)