Pelatih Rojiblancos juga akan menghadapi rival lamanya, Pep Guardiola, yang kini berambisi membawa Bayern Munich juara Liga Champions.
"Saya membayangkan pertarungan yang bakal sengit menghadapi tim yang memiliki banyak pilihan menyerang. Kami juga menghadapi tim dengan pelatih yang selalu mengubah strategi selama pertandingan," ujar Simeone.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Atletico Madrid, laga ini tentu menjadi dendam yang harus dituntaskan setelah 42 tahun tim itu dihancurkan Munich. Tepatnya pada 1974, Rojiblancos gagal menembus final Piala Europa 1974 ketika di semifinal disingkirkan Die Roten.
Saat itu Atletico nyaris menang ketika sempat unggul 1-0. Namun, gol Schwarzenbeck di tambahan waktu memaksa laga ulangan di Jerman. Alhasil, Munich menang 4-0 pada laga ulang.
Namun, Simeone merasa laga kali ini bukanlah misi balas dendam timnya. "Dalam hidup, ini bukan menyangkut balas dendam, tapi soal kesempatan baru," tuturnya.
"Saya sangat antusias dengan kesempatan besar yang kami miliki ini. Kami hanya ingin fokus memenangkan pertandingan." (bac)