Dua utusan Indonesia itu langsung disambut Presiden FIFA, Gianni Infantino. Erick dan Agum diagendakan bertemu Infantino untuk membahas masa depan sepak bola Indonesia terkait sanksi pembekuan yang kini sudah berjalan setahun lebih.
Dari hasil pertemuan tersebut, diharapkan lahir solusi dari FIFA untuk menyelesaikan sengkarut yang terjadi di sepak bola Tanah Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencabutan sanksi itu pun diharapkan bisa dilakukan sebelum Kongres Tahunan PSSI di Meksiko pada 9-10 Mei 2016. Kongres tersebut diagendakan untuk menyetujui beberapa poin reformasi yang dilakukan induk organisasi sepak bola dunia tersebut.
Sebelumnya, pemerintah menitip aspirasi kepada Erick terkait pertanyaan kepada FIFA untuk melakukan reformasi sepak bola yang seusai dengan arahan FIFA.
Sementara Agum ikut serta karena kepentingannya sebagai Ketua Komite Reformasi PSSI yang ditunjuk langsung oleh FIFA.
Sebelumnya, Agum sempat mempertimbangkan untuk ikut terbang ke markas FIFA jika pemerintah memberikan jaminan tertulis akan mencabut sanksi pembekuan.
Hingga berita ini diturunkan, belum muncul rekomendasi yang harus dijalankan Indonesia dari hasil pertemuan tersebut. (bac)