Kesiapan teknis dan kepanitiaan juga terus dilakukan Panitia Pelaksana (Panpel) Persib. Sebelumnya, Panpel sudah melakukan silaturahmi kepada para bobotoh, Rabu (27/4) lalu.
Dalam kesempatan itu, Koordinator Umum Panpel Persib, Budi Bram Rachman, menyampaikan sosialiasi aturan yang dikeluarkan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) menyoal kedisiplinan suporter. "Ada beberapa regulasi yang harus disampaikan ke bobotoh sehubungan dengan regulasi TSC," ungkap Budhi Bram, seperti dikutip situs resmi Persib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan untuk sanksi terendah mulai dari peringatan pertama, kedua, pengurangan poin, hingga laga usiran dan tanpa penonton."
Untuk itu, Bram juga meminta kepada para bobotoh agar saling mengingatkan sehingga perilaku yang merugikan tersebut bagi Panpel sekaligus klub bisa dihindari. "Ke depan, kami akan terus berkomunikasi dan diminta agar bobotoh berperan untuk saling mengingatkan," terangnya.
Sementara itu, denda yang disiapkan PT GTS terkait tindakan anarkis suporter juga cukup besar. "Contohnya menyalakan flare (api suar), bukan hanya sanksi tapi ada bahayanya juga," jelas Bram.
"Denda dimulai dari Rp 15 juta sampai Rp 60 juta per ayat, bukan per pasal. Kalau satu pasal ada lima ayat, tinggal kalikan saja." (bac)