Hal itu diungkapkan Presiden Filipina Benigno Aquino III. Seperti dikutip dari The Guardian, Aquino mengatakan kelompok militan tersebut telah memiliki rencana untuk membunuh dirinya, menculik Pacquiao dan keluarga, serta meledakkan bom di kota metropolitan Manila.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aquino sendiri menegaskan dirinya akan lebih memilih dialog dibandingkan kekuatan senjata untuk membebaskan sandera atau menekan Abu Sayyaf.
Dalam pertandingan tersebut, Pacquiao menang angka mutlak atas Bradley. Meski telah berusia 37 tahun dan telah bertinju selama 21 tahun, Pacquiao sendiri masih terlihat cepat dan bugar ketika melawan Bradley Jr.
Ia bahkan sempat dua kali membuat Bradley menyentuh kanvas di ronde ke tujuh dan ke sembilan, meski petinju Amerika Serikat itu tetap bisa bangkit dan meneruskan pertarungan.
Bradley Jr. pun mengakui bahwa Pacquiao adalah petinju yang lebih baik dalam laga itu.
"Ia kuat dan ia bertarung dengan hebat malam ini. I bagus, ia hebat. Ia lebih cepat, lebih lincah dan kuat dan ia melakukan segala sesuatunya dengan benar. Saya akan kembali, terima kasih karena telah mendukung saya," ucap Bradley Jr. seperti dikutip dari ABS CBN.
Pertarungan ini sendiri merupakan trilogi dari laga Pacquiao vs Bradley. Pacquiao kalah angka di duel pertama dan menang angka di duel kedua.
Setelah melakoni pertandingan ini, Pacquiao akan berkonsentrasi merebut satu kursi di Kongres Filipina pada pemilu yang diadakan 9 Mei mendatang.
Lebih dari 54 juta penduduk Filipina akan memberikan suara mereka untuk memilih presiden, wakil presiden, dan juga 300 anggota DPR dan juga ribuan posisi untuk pemerintahan di tingkat lokal.
(kid)