Tampil lebih mendominasi, Liverpool justru dikejutkan oleh satu-satunya gol yang dicetak penyerang Villarreal, Adrian pada menit ke-92. Para pemain Yello Submarine memanfaatkan kelengahan pertahanan Liverpool dengan melakukan serangan balik cepat.
Adrian mendapat umpan cantik dari Deni Suarez yang berad di sisi kiri pertahanan Liverpool. "Ia memberikan umpan bagus di belakang para pemain bertahan. Tentu saja itu umpan yang sangat bagus, tapi kami bisa melakukannya lebih baik lagi nanti," ucap Tore kepada BT Sport.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan tersebut juga karena sejumlah peluang emas Liverpool gagal dikonversi menjadi gol. "Kami memiliki banyak peluanh dan seharusnya mencetak gol. Tapi inilah bagian dari permainan," tutur Toure.
"Saat menghadapi Dortmund, kami tahu bahwa kami masih bisa merespons positif. Kami tahu bahwa kami masih bisa melakukannya, yang penting kami tetap yakin," tutur Toure.
"Kami harus belajar dari kesalahan dan bermain seperti saat kami mengalahkan Dortmund."
Namun, tentu bukan tugas mudah bagi Liverpool untuk kembali bangkit setelah kalah di leg pertama. Mister Chip mencatat, Villarreal punya catatan bagus selalu lolos ke babak berikutnya ketika sudah menang pada leg pertama.
Apalagi, tambahan catatan lagi dari Mister Chip, hanya satu tim yang berhasil kembali dari kekalahan dalam delapan rekor kekalahan pada leg pertama di semifinal. (bac)