Tim Mutiara Hitam bermain imbang 1-1 melawan Macan Kemayoran dalam laga pembuka Indonesian Soccer Championship (ISC) A di hadapan 21 ribu penonton Stadion Mandala Jayapura, Jumat malam (29/4).
Persija unggul lebih dulu lewat gol Ade Jantra pada menit ke-12 dan Persipura kemudian menyamakan kedudukan lewat sepakan penalti Boakay Eddie Foday di menit ke-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sayang pertandingan yang begitu luar biasa, sedikit dinodai oleh tidak adil-nya kepemimpinan wasit," ucap pesepakbola berusia 36 tahun tersebut.
"Karena sepak bola semaju ini saja dengan siaran langsung dan ditonton ribuan penonton, wasit masih berani mengambil tindakan bodoh. Ya mungkin di kompetisi ini tolong lah bisa dievaluasi, karena pengadil itulah yang menentukan naik turun ya kompetisi kita."
Ismed kemudian memuji permainan kapten Mutiara Hitam, Boaz Solossa, dan menganggapnya masih seorang penyerang yang luar biasa tajam.
"Persipura dengan adanya Boaz berbeda. Tanpa Boaz, Persipura seperti kehilangan taji. Akan tetapi dengan, Boaz Persipura lebih berbahaya," ujar Ismed.
Kendati begitu, Ismed merasa selalu memiliki kesan yang menarik ketika bermain di Jayapura. Bila kali ini ia kecewa dengan kepemimpinan wasit, dahulu Ismed pernah memiliki cerita unik saat melawan Persipura di ajang Liga Super Indonesia (ISL).
"Kami pernah menang di sini dan pulang naik perahu lantaran suporter (Persipura) ngamuk waktu kami menang 1-0 di sini tiga tahun lalu. Kami tidak bisa lewat jalan biasa di darat akhirnya alternatif naik perahu," katanya. (vws)