Pada babak pertama, Persib berhasil mendominasi penguasaan bola. Namun hal itu tak berarti banyak karena mereka gagal memberikan ancaman berarti ke gawang Sriwijaya.
Serangan-serangan Persib sering patah karena aliran bola menuju striker tidak lancar atau juga lantaran bek-bek Sriwijaya bermain disiplin dan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beto kemudian sukses menyundul bola tersebut dan mengirimnya ke gawang Persib tanpa mampu dihentikan oleh I Made Wirawan.
Setiap kali diserang oleh Persib, gelandang Sriwijaya ikut membantu pertahanan sehingga kotak penalti Sriwijaya dipenuhi 5-6 pemain Sriwijaya untuk menghalau serangan Persib.
Hal itu membuat Persib kesulitan menembus pertahanan Sriwijaya meskipun mereka lebih mendominasi penguasaan bola.
Sejumlah pergantian pemain dilakukan Persib dengan memasukkan David Laly, Tantan, dan Febri Haryadi.
Meskipun alur serangan mereka masih sulit menghancurkan pertahanan Sriwijaya, namun gol penyama kedudukan yang ditunggu Persib akhirnya datang juga di masa injury time.
Berawal dari sebuah sepak pojok, kemelut tercipta di muka gawang Sriwijaya. Tantan pun dengan tenang memanfaatkan hal itu lewat gol dari jarak dekat. (ptr)