Ranieri untuk kali pertama menjadi runner-up liga bersama Chelsea musim 2003/2004. Meski mendapat suntikan dana hingga 120 juta poundsterling dari Roman Abramovich, Ranieri hanya mampu membawa The Blues menjadi runner-up Liga Primer setelah kalah dari Arsenal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di musim berikutnya Ranieri kembali dikalahkan Mourinho. Kali ini bersama AS Roma, Ranieri hanya mampu menjadi runner-up di Serie A dan Coppa Italia setelah kalah dari Inter Milan yang di akhir musim meraih treble.
Demi menjadi penantang Paris Saint-Germain di Ligue 1, Monaco mendatangkan Radamel Falcao, Joao Moutinho, Geoffrey Kondogbia, James Rodriguez, Anthony Martial, Jeremy Toulalan, Eric Abidal, Ricardo Carvalho, dan Dimitar Berbatov.
Namun, lagi-lagi Ranieri harus menjadi runner-up. Monaco tertinggal 9 poin dari PSG di akhir yang keluar sebagai juara Ligue musim 2013/2014.
Awal musim ini Ranieri ditunjuk menjadi manajer Leicester City menggantikan posisi Nigel Pearson. Ranieri diragukan banyak pihak, bahkan oleh legenda Leicester Gary Lineker. Namun, Ranieri berhasil menciptakan keajaiban dengan membawa Leicester menjadi juara Liga Primer.
Ranieri menjadi pelatih kedelapan sejak era Liga Primer Inggris dimulai musim 1992/93 setelah Kenny Dalglish, Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Roberto Mancini, dan Manuel Pellegrini. (har)