Padahal, Kane melanjutkan, faktanya Leicester City yang juara setelah langkah Tottenham terhenti di pekan ke-36 lantaran ditahan imbang Chelsea.
"Ketika mantan juara (Chelsea) melakukan selebrasi seolah mereka juara liga di akhir musim. Ini menunjukkan bahwa kami telah melakukan sesuatu yang benar," ucap Kane kepada BBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spurs yang kini berada di posisi kedua, memang kecewa berat lantaran gagal meraih titel juara sejak menjuarai Liga Inggris pada 1961 silam. Meski demikian, Kane tetap berlapang dada mengakui sukses The Foxes musim ini.
"Kami memang patah hati. Padahal, kami memiliki pengalaman hebat musim ini. Tapi, selamat kepada pemenang liga (Leicester). Mereka sangat fantastis musim ini," tutur Kane.
"Kami sudah berjuang sebisa mungkin, kami berjuang hingga akhir, tapi (kegagalan) ini akan jadi pelajaran berharga kami."
Kendati gagal juara, Kane mengaku bangga dengan perjuangan rekan-rekan setimnya. "Saya bangga dengan semuanya, bangga dengan klub. Kami sudah berada di jalur yang tepat, mengakhiri musim ini dengan sangat baik untuk melangkah di musim selanjutnya," ucap pemain berusia 22 tahun tersebut. (bac)