"Masalah terbesar saya dengan orang-orang yang mengkritik saya adalah karena saya sudah memenangkan banyak gelar juara," ujar Guardiola seperti dikutip dari Football Espana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tiap laga yang kami jalani, kami harus melihat dan menilai pendekatan apa yang harus kami lakukan menghadapi laga tersebut, tentunya dengan tetap mengikuti filosofi sepakbola kami."
Guardiola pun menyatakan bahwa dirinya tetap akan memilih pemain terbaik yang dirasanya pas untuk memenangkan laga dan sama sekali tak tertekan dengan kritikan yang datang.
"Satu jam sebelum laga dimulai, semua baru akan mengetahui siapa yang akan bermain."
"Sebagai pelatih, saya harus bisa beradaptasi terhadap berbagai kondisi dengan skuat yang saya miliki. Bila saya merasa komposisi di Madrid adalah yang terbaik, maka saya akan tetap berpegang teguh dengan hal itu," ucap mantan pelatih Barcelona ini.
Datang ke Munich sebagai pelatih yang mengantar Barcelona mencetak periode emas, Guardiola justru gagal mempersembahkan trofi Liga Champions sejauh ini.
Dalam dua musim sebelumnya, langkah Munich selalu terhenti di babak semifinal.
"Sebuah kebanggan bisa berada di semifinal namun kami harus meningkatkan kualitas kami di lapangan bila kami ingin mencapai babak final di Milan tahun ini," kata Guardiola. (ptr)