Meski demikian, skuat arahan Diego Simeone tetap memastikan tiket final karena menang gol tandang (agregat 2-2). Pada leg pertama, Torres dan kawan-kawan unggul 1-0 di Stadion Vicente Calderon.
Torres pun membeberkan timnya harus berjibaku untuk menahan gempuran Bayern Munich. Situasi kian tegang ketika Xabi Alonso mencetak gol pembuka kemenangan Munich pada menit ke-31.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pertahanan solid Atletico membuat Munich mengalami frustrasi dan laga ditutup dengan skor 2-1 untuk Die Roten, sekaligus memastikan peluang Los Blancos ke final.
Torres menyebut timnya bagai dikepung hampir di setiap lini oleh tuan rumah. "Ini laga yang penuh dengan penderitaan. Kami benar-benar kewalahan (menghadapi Munich)," tuturnya.
"Kami tak diberi kesempatan sedikit pun untuk menekan lawan. Ini merupakan pengepungan, tapi kadang Anda tidak bisa tampil seperti yang diinginkan."
Namun, Torres menyebut bahwa pengorbanan skuat Rijiblancos di leg kedua semifinal amat sepadan. "Kami melalui jalur yang sangat rumit (ke final). Kami mengalahkan tim terbaik Eropa," ungkap striker berusia 31 tahun itu.
"Kami ingin menjadi juara. Tim ini membuktikan siap melawan tim manapun." (bac)