Sebelumnya, penggunaan sayap dilakukan sejumlah tim di MotoGP untuk menambah sempurna aerodinamika motor mereka.
Namun, sebagian pebalap menilai itu justru membahayakan karena kemungkinan tersenggol sesama pebalap jadi semakin besar. Pedrosa bahkan menyebut bahaya winglet itu seperti memasang pisau di motor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pedrosa yang baru menggunakan sayap kecil di motornya, bukan yang lebih besar atau versi ganda seperti yang digunakan Marc Marquez, menegaskan kekhawatiran akan cedera serius bagi pebalap. "Jadi, sangat tidak masuk akal, bekerja keras di satu hal dan menghancurkannya di hal lain," tutur Pedrosa.
Sementara itu, Smith mengungkapkan dampak negatif penggunaan sayap yang lebih lebar justru akan banyak terjadi ketimbang manfaatnya. "Saya rasa winglet (sayap), sedikit sekali menunjang performa pebalap, terutama di Yamaha. Saya tak yakin itu akan memberikan perbedaan 0,1 detik dalam lap," tukasnya.
"Sedangkan Ducati, saya rasa mereka lebih cerdas sedikit dan memiliki cukup waktu dalam program mereka sehingga bisa membangunnya (model sayap)," kata Smith.
"Saya percaya mereka sudah bisa membuat desain motor dengan sayap mereka, sehingga agak memberikan dampak positif di motor mereka."
Meski demikian, baginya, penggunaan sayap amat berbahaya. "Kami menyaksikan banyak tabrakan karenanya. Saya rasa isu yang paling utama adalah masalah turbulensi akibat itu (sayap)," ucap Smith.
"Faktanya, motor semakin tidak stabil di belakang motor lain dalam kecepatan 350 kilometer per jam dan bagian depan mulai goyang. Itulah persoalan yang saya hadapi." (bac)