Namun, kemenangan tiga poin itu masih tak cukup untuk memperpanjang napas Petrokimia di ajang Proliga kali ini. Sebab, JPE berhasil mengamankan satu set dalam pertandingan yang dilangsungkan di GOR Amongraga, Yogyakarta, tersebut.
Satu set yang berhasil direbut JPE membuat tim besutan Risco Herlambang itu unggul set atas Petrokimia, bahkan jika mereka gagal memetik poin di pertandingan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pertandingan lawan PLN besok kami tetap akan main ngotot karena saya juga ingin mencoba lawan mereka. Apalagi, mereka kan jadi lawan kami di final nanti," ujar Risco melanjutkan.
"Kami punya satu pekan untuk persiapan final di Jakarta. Saya akan fokus mempelajari PLN Elektrik dan memperbaiki taktik dan strategi kami."
Laga antara JPE dan Petrokimia sendiri berjalan dengan cukup alot. Pada set pertama kedua tim terlibat duel ketat yang berujung pada kemenangan 31-29 bagi Petrokimia.
Dominasi Petrokimia kembali terulang di set kedua berkat kemenangan 25-20, membuat harapan sempat muncul bagi tim asuhan Li Jianning tersebut.
Namun, upaya Petrokimia menahan langkah JPE ke final kandas setelah Logan Tom dkk berhasil merebut set ketiga dengan kedudukan 25-20, sebelum Petrokimia akhirnya menutup laga dengan kemenangan 25-23 pada set keempat.
"Kami tahu kami tak akan berangkat ke Jakarta (grand final). Tapi kami sudah berjuang," ujar pelatih Petrokimia, Li Jianning.
"Hari ini kami memang gagal melangkah, tetapi anak-anak sudah bermain dengan bagus." (bac)