Meski menang, pelatih JPE Risco Herlambang, tak ingin jemawa atas hasil ini dan menganggap keunggulan timnya kali ini bukanlah tolak ukur hasil di Jakarta nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga menginstruksikan kepada pemain agar main biasa saja dan alhamdulilah hari ini diberi kemenangan," ujar Risco selepas pertandingan.
"Hasil ini tidak sesuai harapan karena kondisi pemain terpuruk dan permainan yang kurang maksimal."
"Kekalahan ini karena kami kelelahan dan kami jadinya tak bisa berbuat banyak. Salut bagi Pertamina bisa mempersembahkan yang terbaik hari ini," ujar asisten pelatih Elektrik PLN, Alex Bonapea.
Pada partai sebelumnya, Jakarta PGN Popsivo mengakhiri langkah mereka di final four Proliga 2016 ini dengan kemenangan 3-2 atas Gresik Petrokimia.
Namun, keunggulan Popsivo dengan skor 25-21, 22-25, 25-23, 14-25, dan 15-8 itu tak cukup untuk menggeser posisi Petrokimia di peringkat ketiga.
Dengan raihan tujuh poin dari enam laga di final four, raihan poin Petrokimia tak mungkin dikejar Popsivo yang hanya mampu mendulang tiga poin dari enam laga. (ptr)