Namun, Aprilia merasa pencapaiannya belum lengkap lantaran timnya masih harus melewati adangan Jakarta Pertamina Energi (JPE) putri di laga final, Minggu (15/5) mendatang.
"Secara pribadi saya masih belum puas karena saya masih menunggu final nanti, karena final nanti kan merupakan penentuan gelar juara," ujar Aprilia ketika ditemui usai dinobatkan sebagai spiker terbaik Proliga 2016, Minggu (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aprilia menganggap kekalahan yang diderita timnya itu disebabkan oleh faktor kelelahan.
"Kami masih yakin dan percaya bisa mengalahkan JPE. Setelah bermain dua kali (di final four putaran kedua) melawan Petrokimia (Gresik) dan (Jakarta PGN) Popsivo, stamina kami memang sedikit menurun pada hari ini," ujar Aprilia ketika disinggung mengenai kekalahan timnya dari JPE.
Pemain tim nasional voli Indonesia itu tetap mewaspadai JPE, khususnya duo legiun asing tim asuhan Risco Herlambang itu; Logan Tom dan Marianne Steinbrecher.
"Pemain yang kami waspadai adalah Logan dan Mari. Dua pemain asing Pertamina itu perlu diwaspadai," ujar Aprilia menambahkan.
Aprilia sendiri bukanlah satu-satunya penggawa Elektrik PLN yang berhasil mendapatkan penghargaan pemain terbaik di ajang Proliga kali ini. Dua rekannya: Wilda Nur Fadillah dan Berliana Marsheilla, juga kembali mendapatkan status sebagai pemain terbaik di Proliga 2016.
Wilda berhasil mendapatkan gelar sebagai blocker terbaik, sedangkan Berliana dinobatkan sebagai libero terbaik di ajang Proliga kali ini -- penghargaan sama yang mereka dapatkan tahun 2015.
Berikut pemain-pemain terbaik di Proliga 2016 kali ini:
Blocker terbaik -- Wilda Nur Fadillah (Jakarta Elektrik PLN)
Spiker terbaik -- Aprilia Manganang (Jakarta Elektrik PLN)
Setter terbaik -- Sinta Ainni (Petrokimia Gresik)
Libero terbaik -- Berliana Marsheilla (Jakarta Elektrik PLN)
Server terbaik -- Marianne Steinbrecher (Jakarta Pertamina Energi)
Top Scorer -- Heloiza Lucerda Pereira (Petrokimia Gresik) (vws)