Ditanya apakah merasa punya kecepatan untuk mengalahkan Lorenzo untuk meraih kemenangan pertama Ducati di MotoGP dalam 5,5 tahun terakhir, Iannone mengatakan, “Saya pikir ya.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sepanjang akhir pekan kami menunjukkan punya kecepatan yang bagus, potensi bagus. Saya menunggangi motor tanpa masalah, sangat mudah,” ujar Iannone.
Sebelum bergabung dengan Ducati, Iannone merupakan salah satu pebalap paling konsisten di MotoGP bersama Pramac. Pebalap yang dijuluki The Maniac itu berhasil finis di posisi delapan besar dalam 14 seri, termasuk 11 di lima besar.
Namun, dalam sembilan balapan terakhir bersama Ducati, Iannone hanya finis tiga kali. Musim ini pebalap 26 tahun itu sudah tiga kali gagal finis dari lima seri, di Qatar, Argentina, dan Perancis.
“Tahun lalu saya tampil dengan mengetahui semua hal tentang motor. Tahun ini, sepertinya semua berjalan lancar. Tapi, tiba-tiba semuanya berubah,” ujar Iannone. (har)