"Kami tidak tahu apakah hari ini atau kapan, keputusan ada di Pak Menteri," kata Gatot di Kantor Kemenpora, Selasa (10/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepakatan tersebut dibuat Presiden setelah bertemu dengan klub-klub sepak bola Indonesia pada pertengahan bulan lalu.
Kongres FIFA sendiri akan diadakan pada 12 Mei di Zurich, Swiss. Di sana akan diputuskan apakah Indonesia dapat kembali aktif di kancah persepakbolaan internasional atau malah diberi sanksi yang lebih berat.
"Logika berpikirnya FIFA tidak akan cabut sanksinya kalau pembekuan belum dicabut. Kami sudah siapkan draft rencana pencabutan tersebut sejak 24 februari 2016," ucap Gatot.
Mengenai Kongres Luar Biasa untuk memilih Ketua Umum PSSI yang baru, Gatot menyampaikan hal itu akan diserahkan sepenuhnya kepada klub-klub pemegang hak suara.
"Karena kalau kami yang mendorong terjadinya KLB, kami yang offside. Di surat pencabutan kami tidak ada kata-kata harus KLB atau soal Pak La Nyalla. Harapannya sepak bola Indonesia lebih baik." (jun)