Indonesia kini mesti menyelesaikan serangkaian renovasi tempat cabang olahraga dan wisma atlet dalam waktu kurang dari dua tahun. Tak hanya itu, infrastruktur dan fasilitas umum pun menjadi sorotan OCA karena ajang tersebut akan mengundang ribuan atlet dan juga wisatawan.
Mengingat 2018 semakin dekat, Jizhong mengaku khawatir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak yakin apakah mereka dapat melakukannya. Tapi jika mereka berkeinginan untuk melakukannya, mereka bisa melakukannya. Karena ini butuh usaha yang ekstrem, usaha yang ekstrem untuk membangun,"
Meski paparan Gregorius mengenai gambaran hasil renovasi cukup membuat para peserta rapat kagum, namun buat Jizhong itu saja tidak cukup.
"Sampai sekarang, apakah mereka sudah punya konstruktor? Arsitek hanya bisa berencana. Arsitek tidak bisa memastikan Anda kapan segala sesuatunya dapat selesai. Hanya konstruktor yang bisa menjamin Anda. Masalahnya ada di situ."
"Hasil pertemuan tadi bagus, tapi pertemuan itu saja tidak cukup. Ini adalah pertemuan keempat. Apa artinya keputusan jika tidak ada aksi?" ucap Jizhong. (vws)