Menurutnya, Persela tidak bisa begitu saja menjadi tim superior karena tidak punya anggaran cukup untuk membelanjakan pemain istimewa.
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di Lamongan, Hansson tak bisa leluasa merekrut pemain bintang sesuai dengan keinginannya. Atas dasar itu ia pun mengklaim perlu banyak waktu untuk membangun kekuatan Laskar Joko Tingkir agar dapat bersaing di Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016.
Kendati demikian, Hansson siap melakoni tantangan yang akan dihadapi bersama Persela. Ia pun siap menanggung risiko pemecatan jika tidak sesuai dengan ekspektasi manajemen.
Jelang laga tandang di kandang Persija Jakarta pada Jumat (13/5) malam nanti, pria berusia 58 tahun itu berharap bisa mencuri satu poin.
"Besok adalah pertandingan krusial bagi Persela lamongan karena kami sudah menelan kekalahan dua pertandingan. Tentu kami punya ambisi untuk meraih poin pertama kami di Jakarta," ujarnya.