Hasil itu membuat Madrid harus merelakan trofi La Liga melayang ke kubu Barcelona, membuat tim besutan Luis Enrique itu menjadi raja Spanyol untuk ke-24 kalinya.
Sedangkan bagi Madrid, hasil ini membuat mereka hanya mampu meraih satu gelar La Liga dalam delapan tahun terakhir. Kegagalan itu pun menjadi rentetan prestasi terburuk klub ibu kota Spanyol itu di liga sejak 1953 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, secercah harapan bagi Los Blancos sempat muncul lantaran arsitek baru mereka, Zinedine Zidane, memiliki catatan yang cukup bagus pada musim ini.
Selain itu, Madrid juga masih berpeluang meraih trofi pada musim ini. Sebab, Los Blancos berhasil melaju ke final Liga Champions dan menghadapi rival sekotanya, Atletico Madrid.
Persentase kemenangan Zidane pada awal kariernya di Madrid juga terbilang mengesankan lantaran mantan penggawa tim nasional Perancis itu memiliki catatan 80 persen kemenangan.
Persentase itu jauh lebih baik dibanding arsitek Madrid sebelumnya, Rafael Benitez, yang memiliki persentase kemenangan sebesar 68 persen dari total 25 laga yang dilakoninya. (bac)