Dybala kini tengah menjemput takdirnya sebagai pesepak bola terkenal yang pernah ia cita-citakan semasa kecilnya dulu.
Pemain yang kini berusia 22 tahun itu masih mengingat kisahnya ketika kecil dulu. Ia menyebut pernah ditertawakan teman-temannya ketika bercita-cita menjadi pesepak bola terkenal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai anak bungsu, Dybala pun kerap merengek kepada orangtuanua untuk dimintakan fasilitas seperti sepatu bola dan bola sepak. “Saya sangat egois sebagai anak-anak. Saya merupakan anak termuda dan menginginkan semuanya,” ucap pemain yang mengaku kagum dengan sosok kepemimpinan Gianluigi Buffon di Juventus.
Kepribadiannya yang egois pun berubah 180 derajat ketika ia mulai menekuni jejak kariernya di lapangan hijau. “Saat jadi pemain, saya belajar bahwa sangat penting untuk membagi sesuatu baik di dalam mapun di luar lapangan,” ungkapnya.
“Saya juga senang bercanda dengan teman-teman di dekat saya. Mereka bilang, saya punya wajah seperti bayi, tapi saya rasa saya seperti pria 30 tahun,” tutur Dybala, berseloroh.
“Saya selalu diajarkan sejak masih kecil bahwa sikap rendah hati sangat penting dan jangan pernah berpikir bahwa Anda bisa lebih hebat dari orang lain. Mentalitas seperti itu yang bisa membawa saya kesini (Juventus).” (bac)