Jongkolphan Kittiharakul/Rawinda Prajongjai.
“Saya melihat ada rasa percaya diri berlebih dalam diri mereka setelah menang dengan mudah di game pertama. Hal itulah yang membuat mereka kehilangan game kedua.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kehilangan game kedua dengan skor 17-21, duel kedua ganda putri tersebut berjalan sengit di game penentuan.
“Dalam momen seperti itu, ketenangan memegang peranan lebih penting dan ganda Thailand berhasil tampil lebih baik di saat penentuan,” ujar Eng Hian.
Eng Hian sendiri memilih formasi Rosyita Eka Sari Putri/Della Destiara sebagai ganda pertama dan Tiara/Anggia sebagai ganda kedua karena ia yakin ini adalah formasi terbaik untuk memenangkan dua poin dari nomor ganda saat menghadapi Thailand.
“Saya ingin Rosyita/Della jadi ganda pertama karena saya yakin ia bisa menang atas ganda pertama Thailand dan Tiara/Anggia sebagai ganda kedua. Strategi tersebut nyaris berhasil, sayang meleset di saat akhir.”
“Greysia Polii tak bisa jadi ganda kedua karena dengan siapapun dipasangkan, dia akan jadi ganda pertama ,” ucap Eng Hian. (jun)