Apalagi di era menglobalisasi ini, tak jarang klub-klub lokal lebih memilih menggunakan jasa pemain asing dibandingkan pemain asli Italia.
Salah satu contoh jelas muncul ketika sebuah laga Serie A yang mempertemukan Internazionale Milano dan Udinese, April lalu, sama sekali tak menyertakan satu pun pemain Italia di daftar susunan pemain inti mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
.
Maraknya pemain asing di Italia sendiri terkadang menyulut sejumlah perilaku tak bertanggung jawab dari sejumlah suporter yang bersikap rasis.
“Ada beberapa orang yang tak bersikap sepatutnya. Tapi jika melihat ke sejarah Italia, rasialisme bukanlah bagian dari Italia,” ujar Sandalli tegas.
“Selain itu dalam hal menerima arus masuk imigran, Italia merupakan yang terbaik. Kami benar-benar terbuka dan menerima para imigran yang masuk.”
(bac)