Pesta dilakukan secara besar-besaran di setiap sudut kota kecil di Inggris itu, Senin (16/5) pagi waktu setempat. Puncaknya di pusat kota Victoria Park, ratusan ribu warga Leicester tumpah ruah membirukan pusat kota tersebut.
Sehari setelah perayaan juara, seperti dilaporkan Daily Mail, para pasukan Rubah itu langsung terbang. Tujuan berikutnya adalah Bangkok, Thailand.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya, negara Gajah Putih menjadi lokasi kedua tempat akan dilangsungkannya pesta bagi tim juara Liga Primer Inggris.
Thailand disebut sebagai negara yang sangat penting sebagai kelahiran sang pemilik klub, Vichai Srivaddhanaprabha.
Sebuah dongeng Cinderella yang mampu dicapainya dalam sekejap malam, demikian para pengamat sepak bola di seluruh penjuru dunia menyebut keajaiban Leicester itu.
Kemenangan Leicester pun menjadi fenomena sendiri. Selain Kota Leicester, sejumlah kota dan negara juga ikut bergegap gempita merayakan kejayaan Si Rubah.
Di Thailand, banyak warga di sana yang juga sangat senang dengan sukses klub milik Vichai, sang putra Negeri Gajah Putih.
Di Italia, tepatnya Roma, juga ikut menyambut meriah kemenangan Leicester. Siapa lagi kalau bukan Claudio Ranieri, sang manajer klub itu yang lahir di Kota Roma.
Ranieri seolah menjelma dari predikatnya sebagai kecundang sejati, menjadi pahlawan Roma.
Bukan tanpa alasan ketika pamor kompetisi sepak bola Italia kalah dari Inggris, justru seorang Ranieri yang berhasil merebut mahkota sepak bola negeri monarki tersebut.
Di Perancis, kemenangan Leicester juga disambut warga Kota Paris, tempat kelahiran gelandang The Foxes, N’Golo Kante.
Kante yang berasal dari klub kasta bawah Liga Perancis, Boulogne, kemudian sempat ke Caen, menemui nasib baik dengan merasakan trofi Liga Primer Inggris bersama Leicester. (bac)