Namun hal tersebut bukan berarti dukungan untuk Indonesia sama sekali tak terdengar di Kunshan Sport Center. Tak kehilangan akal, para anggota rombongan Thomas-Uber Indonesia mulai dari tim pelatih, manajer, tim support, hingga para pemain berperan jadi suporter langsung bagi pemain yang tengah bertanding.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Indonesia unggul 2-1 dan Angga Pratama/Ricky Karanda tengah bertarung lawan Kim Gi Jung/Kim Sa Rang, dukungan tersebut semakin menggila. Bambang dan para pemain Tim Uber Indonesia bahkan mampu melakukan koreografi sederhana di tiap poin yang didapat Indonesia.
Lantaran tarian dan suara 'Eee-aaa’ tersebut begitu menggema, dan mungkin ditambah fakta bahwa China dikalahkan Korsel kemarin, publik pun turut menyemangati Indonesia.
Situasi itu membuat Angga/Ricky semakin semangat dalam bermain. Sebaliknya Kim Gi Jung/Kim Sa Rang makin kesulitan keluar dari tekanan dan memperpanjang napas Korea Selatan.
Di tengah minimnya dukungan langsung suporter di dalam stadion, peran anggota Tim Indonesia memang mutlak dibutuhkan sebagai dorongan semangat dan motivasi bagi pemain yang sedang bertanding di lapangan.
Pada akhirnya, langkah Indonesia menuju partai puncak pun tak lepas dari dukungan-dukungan yang berasal dari rekan-rekan mereka di atas tribun. Mereka yang berdiri di tribun tak lelah berteriak untuk mereka yang berkeringat di lapangan.
Chief de Mission Indonesia Achmad Budiharto pun berharap dukungan langsung suporter Indonesia akan lebih banyak saat Indonesia berlaga di babak final, Minggu (22/5).
"Selain itu tentunya juga kami harapkan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar kami meraih hasil terbaik di partai final nanti," ucap Achmad. (har)