"Terkadang saya merasa hidup dalam mimpi dan bertanya dalam hati: Apa ini benar terjadi? Tapi, ya ini terjadi. Ini adalah realitas yang saya jalani," ujar Rio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga lima seri yang sudah dijalaninya, Rio tidak menganggap perjalanan kariernya di F1 sejauh ini sebagai bencana.
"Sejauh ini, mimpi dan kenyataan tidak jauh berbeda. Tentunya saya ingin lebih, tampil lebih bagus dan lebih cepat. Saya paling banyak belajar tentang ban, sangat berbeda dari balapan GP2."
Keikutsertaan Rio di F1 2016 masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, hingga kini pebalap kelahiran Surakarta tersebut masih kekurangan dana 6,2 juta euro dari syarat 15 juta euro yang diminta pihak Manor untuk bisa tampil penuh di F1 2016.
Rio mengaku enggan memikirkan masalah pendanaan. Namun, jika bisa tampil memperkuat Manor Racing hingga akhir musim, Rio sudah memiliki target khusus yakni meraih poin di F1.
"Meraih poin tentunya akan magis. Saya pikir mobil kami semakin membaik daripada tahun lalu. Jadi di salah satu titik nanti, ketika pebalap lainnya tidak beruntung, kami bisa mendapatkan kesempatan. Meraih poin, sama saja seperti meraih kemenangan," ucap Rio. (har)